Tuesday, November 25, 2014
Sunday, September 28, 2014
Praktikum lapang selama dua hari, Sabtu-Minggu tanggal 13-14 September 2014 bersama kelas minor dan mayor KSH, naik angkot berbondong-bondong. Harusnya jam 5 udah berangkat, gue dateng jam setengah 6, jadi berangkatnya ga bareng teman-teman sekelompok, tapi ketemu Ghifari yang samanya juga telat dan akhirnya kita naik angkot kelompok 11.
Tiba di lokasi sekitar pukul 7 pagi. Diminta berkumpul di lapangan setelah kita selesai beres-beres. Awalnya sih yang telat berjajar di depan membentuk satu baris, dan tadinya mau kena hukum, tapi jatohnya hukuman satu kelas. Nyatanya, tidak jadi. Alhamdulillah
Bersama kak Bangkit yang kita sapa kak Bang, kelompok 12 melaksanakan kegiatan interpetasi jalur dan potensi obyek. Seetelah penjelasan lebih detail dan terperinci oleh kak Bang, kita akhirnya mengerti apa yang seharusnya kita lakukan. Jadi, pembagian kerja dimulai.
Ini adalah alat-alat yang kita gunakan untuk melakukan kegiatan tersebut.
1. Kompas
2. Meteran
3. Tali rafia
4. Klinometer
5. Tally sheet
6. Papan alas
7. Alat tulis
8. Milimeter blok
Kira-kira begitulah. Ada pun kamera maupun hp yang canggih dan tentunya yang kamereanya bagus digunakan untuk dokumentasi selama kegiatan.Ga kerasa, kita jalan dari jam 8an selesai jam 1 an. Capek sih tapi seru juga. Kocak aja selama perjalanan. Gue yang ga bisa diem, Dikna apalagi hahaha,Hamzah terutama ada aja kalakuannya. Yang keep calm tuh Fida sama Ghifari, mungkin karena pengalaman mereka seperti ini bukan yang pertama kali. Dinda fokus pada tujuan sama kayak Cici. Tapi lama kelamaan juga lawak lawakan hahaha. Gita si obsesi foto-foto kamera sampe selfie pun dijalanin. Kalo Iva, senyum terus susah senang tetap begitu hahaha sampe nggak fokus nyatet gara-gara tingkah anak-anak kelompok.
Hari pertama selesai, kita pindahkan hasil observasi itu ke dalam bentuk gambar di milimeter blok. Istilahnya, kita sedang menginterpretasikan jalur tersebut. Oh ya, jalan yang kita lalui dihitung per HM dimaan 1 HM itu sama dengan 100m. Hari itu, kita melalui sekitar 4HM dengan tambahan 2HM berbeda jalur. Ini saran dari Kak Bang yang sudah sangat ekspert, jadi kita tentu mengikutinya.
Kita akhirnya jalan-jalan dulu deh menyusuri sungai karena Hamzah penasaran banget. Gak sia-sia banget juga sih kita turun ke sungai, lumayan cucu kaki, foto-foto dan mengulur waktu kembali ke asrama sambil menunggu waktu sarapan. Sarapan tetap sarapan, tapi tidak lengkap dengan jajan hahaha dan kita beli pop mie untuk dimakan bersama-sama padahal waktu makan siang sebentar lagi.
Malamnya, kita kerjain petanya. Bagi tugas antaranya pencatat yang harus merapikan catatannya, pembuat peta, dan pendikte hahaha. Pendikte sih fleksibel aja ya karena kerjaannya hanya membacakan tulisan. Minum harus ada nih buat dia hahaha. Gatau bisa gimana pokoknya kita semua tidur malem, minimal jam 11 baru pada masuk asrama.
Besoknya, jam setengah 6 kita udah kumpul lagi untuk melanjutkan perjalanan. Kita nambah 2 HM aja karena dirasa sudah cukup. Kita bikin lagi petanyaan dan juga catatan rekap potensi obyek. Nah, ini ada-ada aja, segala kita belum memenuhi persyaratan tugas yang dimaksud, jadi kita harus menyelesaikannya. Tetap semangat lah biar lekas pulang walaupun terjadi miskom dan suasana sempat menjadi tidak enak hohoho.Masalah selesai, kita pulang dengan terkantuk-kantuk dan pikiran tugas yang menumpuk.
Over all, seru banget lah ya pengalaman pertama menaiki jalur semacam itu. Walaupun sebenernya itu jalur biasa aja daripada jalur kalo naik gunung. Gue sih itung-itung latihan hahaha tapi bawaannya harus diberatkan ye. Kapan-kapan bisa ke gunung deh soalnya menyusuri hutan udah pernah hahaha.
Foto-foto menyusul~~~
Tiba di lokasi sekitar pukul 7 pagi. Diminta berkumpul di lapangan setelah kita selesai beres-beres. Awalnya sih yang telat berjajar di depan membentuk satu baris, dan tadinya mau kena hukum, tapi jatohnya hukuman satu kelas. Nyatanya, tidak jadi. Alhamdulillah
Bersama kak Bangkit yang kita sapa kak Bang, kelompok 12 melaksanakan kegiatan interpetasi jalur dan potensi obyek. Seetelah penjelasan lebih detail dan terperinci oleh kak Bang, kita akhirnya mengerti apa yang seharusnya kita lakukan. Jadi, pembagian kerja dimulai.
Ini adalah alat-alat yang kita gunakan untuk melakukan kegiatan tersebut.
1. Kompas
2. Meteran
3. Tali rafia
4. Klinometer
5. Tally sheet
6. Papan alas
7. Alat tulis
8. Milimeter blok
Kira-kira begitulah. Ada pun kamera maupun hp yang canggih dan tentunya yang kamereanya bagus digunakan untuk dokumentasi selama kegiatan.Ga kerasa, kita jalan dari jam 8an selesai jam 1 an. Capek sih tapi seru juga. Kocak aja selama perjalanan. Gue yang ga bisa diem, Dikna apalagi hahaha,Hamzah terutama ada aja kalakuannya. Yang keep calm tuh Fida sama Ghifari, mungkin karena pengalaman mereka seperti ini bukan yang pertama kali. Dinda fokus pada tujuan sama kayak Cici. Tapi lama kelamaan juga lawak lawakan hahaha. Gita si obsesi foto-foto kamera sampe selfie pun dijalanin. Kalo Iva, senyum terus susah senang tetap begitu hahaha sampe nggak fokus nyatet gara-gara tingkah anak-anak kelompok.
Hari pertama selesai, kita pindahkan hasil observasi itu ke dalam bentuk gambar di milimeter blok. Istilahnya, kita sedang menginterpretasikan jalur tersebut. Oh ya, jalan yang kita lalui dihitung per HM dimaan 1 HM itu sama dengan 100m. Hari itu, kita melalui sekitar 4HM dengan tambahan 2HM berbeda jalur. Ini saran dari Kak Bang yang sudah sangat ekspert, jadi kita tentu mengikutinya.
Kita akhirnya jalan-jalan dulu deh menyusuri sungai karena Hamzah penasaran banget. Gak sia-sia banget juga sih kita turun ke sungai, lumayan cucu kaki, foto-foto dan mengulur waktu kembali ke asrama sambil menunggu waktu sarapan. Sarapan tetap sarapan, tapi tidak lengkap dengan jajan hahaha dan kita beli pop mie untuk dimakan bersama-sama padahal waktu makan siang sebentar lagi.
Malamnya, kita kerjain petanya. Bagi tugas antaranya pencatat yang harus merapikan catatannya, pembuat peta, dan pendikte hahaha. Pendikte sih fleksibel aja ya karena kerjaannya hanya membacakan tulisan. Minum harus ada nih buat dia hahaha. Gatau bisa gimana pokoknya kita semua tidur malem, minimal jam 11 baru pada masuk asrama.
Besoknya, jam setengah 6 kita udah kumpul lagi untuk melanjutkan perjalanan. Kita nambah 2 HM aja karena dirasa sudah cukup. Kita bikin lagi petanyaan dan juga catatan rekap potensi obyek. Nah, ini ada-ada aja, segala kita belum memenuhi persyaratan tugas yang dimaksud, jadi kita harus menyelesaikannya. Tetap semangat lah biar lekas pulang walaupun terjadi miskom dan suasana sempat menjadi tidak enak hohoho.Masalah selesai, kita pulang dengan terkantuk-kantuk dan pikiran tugas yang menumpuk.
Over all, seru banget lah ya pengalaman pertama menaiki jalur semacam itu. Walaupun sebenernya itu jalur biasa aja daripada jalur kalo naik gunung. Gue sih itung-itung latihan hahaha tapi bawaannya harus diberatkan ye. Kapan-kapan bisa ke gunung deh soalnya menyusuri hutan udah pernah hahaha.
Foto-foto menyusul~~~
Monday, August 25, 2014
Ceritanya abis donlot PDF files gitu, kebuka kan, begitu sadar mau ngedit lha gak bisa. Akhirnya, googling dan menemukan caranya. Itung-itung kalau gue lupa, bisa tinggal buka blog aja, gausah search lagi hehehe.
- Pertama buka situsnya, silahkan klik http://www.pdfonline.com/pdf-to-word-converter/
- Lalu klik tombol "Upload a File To Convert.." , maka akan muncul Pop Up untuk memilih File PDF yang ingin diubah ke MS Word pada komputer anda.
- Tunggu prosesnya beberapa saat.......
- Setelah itu klik link "Download" seperti pada gambar berikut ini

- Lalu pilih "Download Word File" dan simpan file yang didownload ke Komputer anda.
Selamat mencoba guys :D
source: https://www.bersosial.com/threads/cara-mengubah-file-pdf-ke-word-tanpa-software.7433/
Sunday, July 27, 2014
A-two-week-holiday in Kediri was great! Even it was more like study-day, LOL. I went there by train with my college friends on July 9th after the President Election. We got there the next day and had "sahur" at our friend's house. It was a tiring day and we overslept until noon. At 1 p.m we arrived at English Camp, Pare and had our registration fulfilled. My girl friend and I took the speaking and TOEFL classes while the boys had grammar, vocabulary, and speaking classes. After that, we checked in at our own camp.
We started our English lessons the next day, started at 7 a.m and finished at 4 p.m with a two-hour-break. Since we stayed in a camp, we had to obey every rules such as speak English every day, clean the whole camp, join every night programs, and must be at the camp before 10 p.m. It was actually like the dormitory days in college, so we got along well.
Since it was Ramadhan, the time of supper (sahur) and breakfasting were scheduled. We had our supper before 4.30 a.m and had breakfasting at 5.30 p.m. Not a lot of difference with the Ramadhan time schedule in Bogor. While breakfasting, we were having a culinary tour,LOL.
After a few days of studying, we had our final test on the last day. For the speaking class, I gave a presentation about Woman's Leadership and for the TOEFL class, I got a great final score, but it wasn't my best. I was satisfied with my own result.
Anyway, for the holiday, the four of us went to Simpang Lima Gumul. Actually, our first target was going to Kelud by motorcycle, but we got lost along the way. It was also raining hard and we got soaked. Pity, I wore off my new jeans and had my socks all red. I was ridiculed by my friends. After that, we continued the trip to Kili Suci Park. The park looked like Kencana Park in Bogor,LOL.
The day after the final test, my girl friend and I went to Kelud by our new friends. Too bad, the boys can't make it because they had a final test to do. It was a two-hour-trip to Kelud with six motorcycles. Since my girl friend and I had to go back early, we didn't continue the trip with them.
Before we went back home, we had a trip around Kediri. We visited the Sanglangeng Cave *if I'm not mistaken, went through the Djarum Factory, and bought a shirt. Finally, after breakfasting, we went back to Bogor by train. We couldn't thanked our friend and his family enough for everything :")
So, we spent the rest of Ramadhan at home with our own family. It was a really great experience and had made my holiday :)
We started our English lessons the next day, started at 7 a.m and finished at 4 p.m with a two-hour-break. Since we stayed in a camp, we had to obey every rules such as speak English every day, clean the whole camp, join every night programs, and must be at the camp before 10 p.m. It was actually like the dormitory days in college, so we got along well.
Since it was Ramadhan, the time of supper (sahur) and breakfasting were scheduled. We had our supper before 4.30 a.m and had breakfasting at 5.30 p.m. Not a lot of difference with the Ramadhan time schedule in Bogor. While breakfasting, we were having a culinary tour,LOL.
After a few days of studying, we had our final test on the last day. For the speaking class, I gave a presentation about Woman's Leadership and for the TOEFL class, I got a great final score, but it wasn't my best. I was satisfied with my own result.
![]() |
| speaking class |
![]() |
| TOEFL class |
Anyway, for the holiday, the four of us went to Simpang Lima Gumul. Actually, our first target was going to Kelud by motorcycle, but we got lost along the way. It was also raining hard and we got soaked. Pity, I wore off my new jeans and had my socks all red. I was ridiculed by my friends. After that, we continued the trip to Kili Suci Park. The park looked like Kencana Park in Bogor,LOL.
The day after the final test, my girl friend and I went to Kelud by our new friends. Too bad, the boys can't make it because they had a final test to do. It was a two-hour-trip to Kelud with six motorcycles. Since my girl friend and I had to go back early, we didn't continue the trip with them.
Before we went back home, we had a trip around Kediri. We visited the Sanglangeng Cave *if I'm not mistaken, went through the Djarum Factory, and bought a shirt. Finally, after breakfasting, we went back to Bogor by train. We couldn't thanked our friend and his family enough for everything :")
So, we spent the rest of Ramadhan at home with our own family. It was a really great experience and had made my holiday :)
![]() |
| Ridho-me-Falah-Alia |
![]() |
| at the cave |
![]() |
| at Kelud |
Subscribe to:
Posts (Atom)







